• Jl. Raya Sido Mulyo, Sidomulyo, Hulaan, Kec. Menganti
  • +62 811 3850 9999
  • Mon - Fri: 9.00am - 11.00pm
blog

Alasan Lansia Rentan Alami Osteoarthritis

Osteoarthritis sebenarnya bisa terjadi pada segala kelompok usia, termasuk orang berusia muda dan lansia. Namun seringnya, gejala osteoarthritis baru muncul pada saat seseorang menginjak usia lebih tua. Hal ini didukung oleh National Library of Medicine yang menyebutkan banyak orang mengalami gejala osteoarthritis pada usia 70 tahun.

Pada usia muda, osteoarthritis lebih disebabkan karena faktor trauma. Misalnya, karena cedera olahraga, kecelakaan, atau faktor genetik. Sedangkan pada lansia, osteoarthritis disebabkan karena melemahnya sendi dan tulang seiring pertambahan usia.

Bertambahnya usia bukan hanya membuat sendi dan tulang menjadi kaku, melainkan juga membuat produksi cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas menjadi berkurang. Akibatnya, lansia rentan mengalami pergesekan antara tulang dan sendi, menyebabkan tulang rawan menipis dan menimbulkan gejala fisik yang mengganggu aktivitas. Di antaranya adalah nyeri, bengkak, dan masalah pergerakan sendi.

Selain usia, adakah faktor lain penyebab osteoarthritis? Tentu ada, berikut ini faktor risiko osteoarthritis selain usia yang perlu diketahui:

  • Riwayat keluarga. Risiko pengapuran sendi meningkat pada orang yang memiliki riwayat kondisi serupa di dalam keluarga.

  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko mengalami pengapuran sendi dibandingkan pria. Risiko ini dikaitkan dengan berkurangnya hormon estrogen pada perempuan setelah menopause.

  • Kelebihan berat badan (overweight atau obesitas). Kelebihan berat badan memberi tekanan lebih besar pada persendian, tulang rawan, dan tulang (terutama pada lutut). Hal ini yang memicu terjadinya pengapuran pada lutut hingga membatasi kemampuan gerak.

  • Pekerjaan. Terutama pekerjaan yang melibatkan sendi dan tulang secara berlebihan.

  • Cedera pada sendi. Misalnya, akibat kecelakaan atau terjatuh.

  • Mengidap penyakit radang sendi lain, seperti asam urat atau rheumatoid arthritis.

Bagaimana Pengobatan Osteoarthritis pada Lansia?

Osteoarthritis termasuk kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Meski begitu, tetap ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul, yaitu:

  • Menurunkan berat badan bagi pengidap yang mengalami kelebihan berat badan.

  • Menjalani fisioterapi atau terapi okupasi.

  • Menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit, terutama saat berdiri dan berjalan.

  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit (seperti paracetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid), obat antidepresan (seperti duloxetine), dan obat pereda nyeri topikal (dioleskan pada bagian sendi yang mengalami nyeri ringan).

  • Operasi, dianjurkan jika pengobatan yang telah dilakukan belum berhasil mengatasi osteoarthritis. Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki, memperkuat, dan mengganti sendi yang rusak.

Bagaimana dengan upaya pencegahannya? Untuk mencegah risiko osteoarthritis, kamu perlu rutin berolahraga untuk menguatkan sendi dan tulang (setidaknya 20-30 menit per hari), menjaga postur tubuh saat duduk dan berdiri, serta menjaga berat badan agar tidak obesitas.

Sumber: halodoc.com

Share This Post: